Sabtu, 25 Februari 2012

Konsep pementasan "Renungan malam HIV AIDS"


Pendahuluan
Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Gerak pemikiran ini dalam kegiatannya mempergunakan lambang yang merupakan abstraksi dari objek yang sedang kita pikirkan. Berpikir itulah yang mencirikan hakekat manusia dan karena berpikirlah dia menjadi manusia. Perlu menjadi bahan pemikiran bersama antara pemerintah dan masyarakatnya, agar selalu waspada dalam menyikapi segala bentuk ancaman terhadap masyarakat dalam realitas sosialnya, dalam hal ini ancaman virus HIV / Aids. Tetapi bukan berarti mengucilkan mereka yang mengidap penyakit HIV / Aids yang mematikan itu. Para dokter ahli seluruh dunia tidak henti-hentinya melakukan penelitian dengan berbagai usaha.   

Latar Belakang
Beberapa bulan ini sempat beredar isu yang menggemparkan masyarakat Indonesia, isu tersebut berisikan ancaman penyebaran HIV melalui tusuk gigi. Kabar tersebut beredar di Palembang melalui pesan singkat dari Ponsel (telepon seluler) milik warga. Bahkan,  jaringan ini terus menyebarkan misi bahaya ini sesama komunitas penderita di grup khusus melalui Blackberry Massenger (BBM). Ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Informasi sripo (grup Tribunnews.com) di lingkungan dokter di RSMH Palembang, Jumat (24/6/2011) membenarkan adanya berita tersebut, maka mereka juga sedang melakukan penelitian dan mencoba masuk ke dalam grup BBM melalui jaringan Jakarta dan dokter yang bertugas di RSCM Jakarta. SMS itu antara lain berbunyi, "Mereka berniat menyebarkan penyakit ini dengan media tusuk gigi yang banyak terdapat di restoran dan rumah makan. Memakai tusuk gigi tersebut hanya untuk melukai gusinya supaya berdarah lalu diusap hingga tidak kelihatan darahnya, kemudian tusuk gigi yang sudah tercemar tersebut dikembalikan ke tempatnya," Informasi lain juga menyebutkan, indikasi ini bermula ada seorang PSK yang tidak terima dirinya dikucilkan dari masyarakat karena mengidap penyakit HIV. Kemudian, ia ingin juga orang lain merasakan betapa sakitnya dikucilkan masyarakat. Lantas, membeli tusuk gigi dari toko, yang kemudian direndam dengan darahnya sampai meresap, kemudian dicuci lalu dijemur sampai kering. Setelah itu, ketika ia makan di restoran, lalu tusuk gigi yang ada di meja restoran itu, ia tukar dengan harapan orang lain bisa tertular HIV melalui tusuk gigi.
Untuk mengkanter virus tersebut agar tidak merebag ke tengah masyarakat, perlu adanya sosialisasi rutin kepada masyarakat melalui penyuluhan, seminar, lokakarya dan sebagainya tentang adanya penyebaran virus HIV / Aids. Kita harus memahami psikologis masyarakat kita yang rindu akan sebuah hiburan. Oleh karena itu perlu adanya media untuk menghibur, salah satunya melalui media Pertunjukan. Sebagaimana kita ketahui bahwa media seni pertunjukan selain sebagai media hiburan juga media penyampai pesan kepada masyarakat. Semoga penonton menemukan katarsis setelah menyimak dengan seksama dan di bawa pulang untuk menjadi renungan dirinya setelah menyaksikan pertunjukan yang bermuatan pesan-pesan sosial tentang pentingnya memahami bahaya Virus HIV / Aids.    






Sasaran Penonton
Seni Pertunjukan ini diperuntukan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Palu

Maksud Tujuan
·         Mengajak masyarakat Kota Palu untuk selalu waspada terhadap HIV / Aids.
·         Mengajak masyarakat Kota Palu untuk selalu waspada terhadap isu penyebaran HIV / Aids melalui tusuk gigi.
·         Sebagai kritik sosial terhadap masyarakat Kota Palu yang mudah terpengaruh oleh modernitas
·         Mengajak masyarakat agar update dengan segala peristiwa dengan keberadaan realitas sosialnya  

Rancangan Tempat Pementasan
Taman Budaya Propinsi Sulawesi Tengah. Jalan Abdul Raqi. No. 8 Palu Barat
Hari Sabtu, 3 Desember 2011. Jam, 19:30 Wita.

Bentuk Kegiatan :
-       Pertunjukan Monolog “Pie Thian” karya: M. Noerdianza
-       Kabaret
-       Musikalisasi Puisi
Tema
“Renungan Malam Memperingati Hari Aids Se dunia”

Sekretariat Sanggar Seni Lentera Kota Palu
Jalan Abdul Raqih Gelar Datok Karama, Samping Taman Budaya. No. 8
kode Pos. 94112. Kontak Person. 085643318250.

Konsep Pementasan "Semalam Dua Karya"


“KEHIDUPAN GALILEI”
Judul Asli “Leben des Galile” karya Bertolt Brecht
Terjemahan Frans Rahardjo Sutradara M. Noerdianza

A. Latar Belakang

Sebagai sebuah kelompok teater, rasanya perlu arah yang jelas jika masih ingin hidup lebih lama lagi. Setelah itu dengan berbagai cara, Sanggar Seni Lentera mencari terus arah-arah tersebut dengan mementaskan berbagai gaya dan bentuk pemanggungan serta aliran dalam teater. Dari pengalaman inilah SSL baru menemukan berbagai macam pemikiran, alasan yang menjadi landasan dalam memilih. Minimalnya untuk mempertebal iman serta keberanian pada pemilihan tersebut. Setelah sekian lama mengalami kevakuman bukan berarti hilang dari per-teater-an di Kota Palu melainkan mengendapkan diri melakukan proses perenungan pencarian jati diri.

Setelah sukses mementaskan lakon “BOS” karya M. Noerdianza di Taman Budaya Propinsi Sulawesi Tengah dan “Topogente” karya Ashar Yotomaruangi di Cak Durasim Surabaya.tahun 2010.  SSL akan kembali mementaskan dua karya dalam semalam, dalam lakon “Diam” dan “Kehidupan Galilei”

Potret Galileo Galilei
Galileo Galilei lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 sebagai anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Ia sudah dididik sejak ,masa kecil, kemudian ia belajar di Universitas Pisa namun terhenti karena masalah keuangan. Untungnya, ia ditawari jabatan di sana pada tahun 1589 untuk mengajar matematika. Setelah itu ia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronom sampai tahun 1610. Pada masa-masa itu, ia sudah mendalami sains dan membuat berbagai penemuan.

Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari. Di tahun itu juga, muncul penolakan terhadap teori Nicolaus Copernicus, teori yang didukung Galilei Galileo. Pada tahun 1614, dari Santa Maria Novella, Tommaso Caccini mengancam pendapat Galileo tentang pergerakan bumi, memberikan anggapan bahwa teori itu sesat dan berbahaya. Galileo sendiri pergi ke Roma untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun1616, Kardinal Roberto Bellarmino menyerahkan pemberitahuan yang melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus

Galileo menulis Saggiatore di tahun 1622 yang kemudian diterbitkan pada 1623, pada tahun 1624, ia mengembangkan salah satu mikroskop awal. Pada tahun 1630, ia kembali ke Roma untuk membuat izin mencetak buku Dialogo Sopra I due massimi sistemi del mondo yang kemudian diterbitkan di Florence pada 1632. Di bulan Desember 1633, ia diperbolehkan pensiun ke vilanya di Arcetri. Buku terakhirnya, Discorsi e dimostrazioni matematiche, intorno a due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada 1638. Di saat itu, Galileo hampir buta total.    
         
Galileo Galilei meninggal ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya di Arcetri, Toscana, pada 8 Januari 1642 pada umur 77 Tahun Galileo adalah seorang astronom, filsuf dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiyah. Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi dan hukum gerak pertama dan kedua dinamika. Selain itu, Galileo Galilei juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernikus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.

Akibat pandangannya disebut terakhir itu ia dianggap merusak iman dan dijauhkan kepengadilan gereja Italia tanggal, 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Ia dihukum dengan pengucilan tahanan rumah sampai meninggalnya. Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa gereja katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.  



Tidak seperti yang dipercaya sebagian orang, Galileo tidak menciptakan teleskop tapi iya telah menyempurnakan alat tersebut. Ia menjadi orang pertama yang memakainya untuk mengamati langit, dan untuk beberapa waktu, ia adalah satu dari sedikit orang yang bisa membuat teleskop sebagus itu. Awalnya ia membuat teleskop hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat dibelanda pada 1608. Ia membuat sebuah teleskop dengan perbesaran 3 x dan kemudian membuat model-model baru yang bisa mencapai 32x. pada 25 agustus 1609, ia mendemonstrasikan teleskop pada pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, hasil kerjanya juga membuahkan hasil lain  karena ada pedagang-pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk untuk membuat pelayaran. Pengamatan astronomnya pertama kali diterbitkan di bulan Maret 1610 berjudul Sidereus Nuncius  

Galileo menemukan tiga satelit alami Jupiter- Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari 1610, empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede, ia juga menemukan bahwa bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.

Galileo adalah salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari, diperkirakan Astronomi astronom TiongHoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain itu Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada dipermukaan. Ia kemudian memberi kesimpulan bahwa bulan itu “kasar dan tidak rata, seperti permukaan bumi sendiri”, tidak seperti anggapan Aristoteles yang menyatakan bahwa bulan adalah bola sempurna. Galileo juga mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet. Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang redup.

Nicolaus Copernicus
Lahir di kota Torun, Polandia, 19 Februari 1473 wafat di kota Frombork, Polandia, 24 Mei 1543 pada usia 70 tahun adalah seorang astronom, matematikawan dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrime, yaitu teori yang berpendapat bahwa matahari bersifat stasioner posisinya tetap dan berada pada pusat alam semesta. Teorinya tentang matahari sebagai pusat Tata Surya, telah menjungkirbalikan teori geosentrisme, yaitu teori yang menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta. Teori Copernicus ini dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan ilmu pengetahuan modern. Teori ini menimbulkan revolusi ilmiah.  


Biografi Pengarang

Tanggal 14 Agustus 1956 Bertolt Brecht meninggal pada usia 58 tahun. Penyair Jerman dengan nama lengkap Eugen Bertolt Friedrich Brecht ini lahir di kota Augsburg pada 10 Februari 1898. Ia anak seorang direktur perusahaan kertas. Pada awal kariernya, yakni ketika ia berusia 14 tahun sudah menulis sajak dengan judul Pohon yang Terbakar (Derbrennende Baum). Kemudian dengan menggunakan Pseudonim Eugen Brecht ia tulis naskah drama berjudul alkitab (Die Bibel) pada majalah sekolah Die Ernte.

Pada perang dunia 1 pecah tahun 1914, Brecht masih duduk di SMA dan mulai aktif menuliskan sajak-sajak patriotik, juga pada lembaran-lembaran kartu pos. Pada tahun yang sama sejak Brecht pertama kali dimuat koran local Augsburger Neuesten Nachrichten. Ketika Brecht menginjak usia 16 tahun telah menulis sajak sindiran untuk orang-orang kaya termasuk keluarganya. Sajak  yang pernah dipublikasikan tersebut sebagai berikut : Aku lahir sebagai anak laki-laki/orang-orang kaya termasuk orang tuaku mengikatku dengan kerah baju, begitulah aku dididik/kebiasaan yang selalu dilayani/dan diajari cara memerintah. Tapi/setelah aku dewasa dan bisa sadar diri/tak tertarik orang-orang disekitarku/tak mau memerintah dan diperintah/dan aku tinggalkan kelasku, lalu menggabungkan diri dengan rakyat biasa.

Di bangku SMA, Brecht dikenal sebagai siswa yang bandel, bahkan dijuluki oleh gurunya sebagai Enfant Terrible.setamat SMA Brecht melanjutkan kuliah mengambil jurusan kedokteran di universitas Ludwig Maximilian Munich.  Kuliahnya pun akhirnya gagal, karena ia tak pernah masuk, di samping suasana perang makin mencekam. Menurut kritikus  sastra di jerman, Marcel Reich-Ranicki pada bukunya berjudul Nachprufung (Menguji ulang), bahwa karya drama Brecht  sering di pengaruhi oleh latar Negara yang berbeda.

Misalnya, drama yang pertama kali diakui publik berjudul “Mann ist Mann” (Lelaki adalah Lelaki) terpengaruh latar india. Drama berlatar Rusia berjudul “Mutter” (ibu). Drama berlatar London berjudul “Dreigrochenoper” (tiga opera picisan), sedang drama berlatar Chicago berjudul “Heilige” Johanna (yohanna yang suci). Proses kreatif Brecht menurut Ranicki, ia tak hanya genius, namun juga bekerja cepat secara terus menerus. Naskah yang sudah jadi, sering kali dicoret dan dibuang. Bagi Brecht pementasan drama di panggung ibarat sebuah potret. Dan potret itu harus bisa dilihat penonton dengan sangat jernih. Sebab itu Brecht dikenal seorang dramaturgi yang jeli melihat setiap mimik, gerak tubuh, kata, serta sosok. Dengan kata lain pementasan di panggung harus seindah puisi. Drama menurutnya sebagai forum berdebat dan bukan sebagai tempat ilusi belaka.

Pada tahun 1920 ibu Brecht meninggal dan sejak itu ia pergi dari rumahnya serta menyewa apartement di Munich bersama Marianne Zoff, penyanyi asal sekotanya Augsburg. Pada tahun 1922 mereka kawin. Pada tahun 1923 pasangan ini dikaruniai anak perempuan bernama Hanne Marianne. Ketika anaknya meninggal, Brecht marah dan mengumpat, Ruh sudah turun dari Marianne Zoff…,sundel ini harusnya tak punya anak, anaku berasal darinya, tapi ia tak memiliki hati yang bersih. Pada tahun 1927 pasangan ini cerai. Zoff kala itu menjadi pemain drama terkenal. Tak hanya Goethe sebagai penyair yang digemari banyak perempuan hingga punya delapan pacar. Brecht pun demikian. Ia dikelilingi banyak perempuan. Salah satu yang memikat hatinya adalah, seorang perempuan Yahudi juga pemain drama bernama Helene Weigel.
Pada tahun1928 ia kawin dengan Weigel. Dua tahun kemudian pasangan baru ini mendapat seorang pasangan bernama Maria Barbara.
Brecht tergolong penyair dan dramaturgi yang sangat produktif. Beberapa naskah dramannya yang paling sering mendapat banyak pujian masyarakat luas  berjudul Baal, Trommel in der Nacht (Genderang Malam), dan Dreigroschenoper (Tiga Opera Picisan), Lebendes Galilei (Kehidupan Galilei), serta Mutter Courage und ihre Kinder ( Ibu Courage dan Anak-anaknya). Akan tetapi Gerhard Szczesny pada bukunya berjudul Brecht, Leben des Galilei mengkritik Brecht, kalau Brecht telah membelokan alur kehidupan Galilei ke dalam kehidupannya sendiri.


Biografi Penerjemah Frans Rahardjo 

 
   
                      
“DIAM”
Judul asli “Le Silence” karya: Jean Murriat
Saduran; Bagdi Soemanto Sutradara M. Noerdianza


Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan,
Terkadang membuat kita gelisah bahkan menimbulkan amarah tanpa sebab

Diam sama halnya tak ada suara atau bunyi dalam ungkapan kata. Peristiwa ini mengingatkan kepada kita begitu pentingnya waktu.dan sebuah janji yang kita sepakati. Dewasa ini waktu hanya sebatas kata pada pertemuan. Pertunjukan ini memperlihatkan bagaimana tubuh gelisah saat menunggu. Kegelisahan terkadang membuat kita marah tanpa sebab.

Potret Jean Murriat

Biografi Penerjemah Bagdi Soemanto

B. Sasaran Penonton

Pementasan membidik segmentasi penonton yang sangat fleksibel dari berbagai macam kalangan. SSL tidak ingin mengkotak-kan penonton, justru usaha yang selalu dilakukan adalah bagaimana isu yang diangkat dalam sebuah pertunjukan teater itu sampai pada penonton, Maka untuk mencapai target tersebut kami sengaja mementaskan di gedung-gedung pertunjukan yang baku atau konvensional (prosceneum).

C. Maksud dan Tujuan

Peristiwa teater beberapa tahun terakhir ini mengalami kelesuan. Dikarenakan beberapa komunitas, kelompok bahkan sanggar-sanggar teater mulai mengalami kevakuman. Entah disebabkan oleh faktor apa? Teater sebagai media tontonan mulai tidak bergairah lagi. Beberapa alasan dan opini di atas yang sebenarnya menjadi kegelisahan, stimulan sekaligus motivasi SSL untuk kembali membuat pementasan. Maka untuk menjawab kerinduan publik teater di Kota Palu, SSL akan muncul dengan produksi teater. Naskah yang akan di pentaskan adalah


  

Konsep "I Mangge Mpobilisi"



Konsep
“I mangge Mpobilisi”
Karya Ashar Yotomaruangi Sutradara M.Noerdianza


Nampaknya kehidupan tradisi kita kian rapuh
begitu banyak usaha, terutama dalam bentuk pertunjukan
baik teater, musik, tari, yang mengangkat kebudayaan lokal
dan kurang mendapatkan perhatian
Sudah demikian berurat akar di dalam kehidupan masyarakat kita?
Adakah tradisi yang kita agul-agulkan yang selalu membuat diri kita menepuk dada sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai adiluhung
sebagai khasanah kehidupan kita masih berfungsi untuk menahan laju, atau minimal menciptakan suatu cara berpikir kritis, jernih, dan mendalam demi kemajuan seni dan kebudayaan lokal
Di mana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. berangkat dari motto inilah pertunjukan berbahasa Kaili akan dipentaskan, sebab bahasa tidak lepas dari ciri, watak, yang menggambarkan kepribadian diri seseorang di mana ia lahir dan dibesarkan. Teater berbahasa Kaili tentunya masih begitu asing untuk dipentaskan, mengingat kota Palu tidak hanya didiami suku kaili saja. Hal tersebut bukanlah kendala melainkan motivasi dan tugas kita bersama mengangkat bahasa kaili kepermukaan. Kita harus berani bermimpi, karena dengan mimpi kita akan terus terpacu untuk melakukan berbagai hal (Rusdi Mastura, 2011: 94). 
Peristiwa teater selama ini hanya berpusat di kota tanpa melibatkan masyarakan pinggiran kota. Dengan adanya teater berbahasa Kaili yang terjun ke desa-desa, kaki-kaki gunung, sudah barang tentu akan lebih mempererat  psikologis dan sosiologis dengan masyarakat setempat. Beberapa alasan dan opini di atas yang sebenarnya menjadi kegelisahan, stimulan sekaligus motivasi Sanggar Seni Lentera untuk kembali membuat pementasan. Maka untuk menjawab kerinduan publik teater di Kota Palu, SSL akan muncul dengan produksi teater berbahasa Kaili. SSL kembali menyuguhkan dengan format ”Teater Berbahasa Kaili” dengan konsep ruang pemanggungan out door



Pertunjukan Teater berbahasa Kaili dengan juduI  “I Mangge Pobilisi” karya Ashar Yotomaruangi akan dipentaskan keliling dari Kabupaten ke Kabupaten dari Kota ke Desa. Pilihan tempat pementasan Sanggar Seni Lentera out door setting yang digunakan merespon ruang yang ada. Anggaplah ini sama halnya mengunjungi rumah sendiri dan mengakrapinya. Rumah yang nanti kita menciptakan peristiwa teater bersama-sama. Peristiwa kebudayaan dengan melibatkan unsur apa saja dan siapa saja. Peristiwa dan perjumpaan di luar rumah yang hangat dan penuh kekeluargaan. 



(Mei 2011 M. Noerdianza)

Jumat, 24 Februari 2012

Pimpinan Sanggar Seni Lentera Kota palu




Nama                                      : Moh. Nurdiansyah, S.sn
Tempat tanggal Lahir          : Palu, 14 Oktober 1979
Agama                                    : Islam
Status                                     : Menikah
Alamat                                    : Jalan Panglima Polem, no. 5
Warga Negara                        : Indonesia

Pendidikan
SD Negeri 17 Palu Timur Lulus tahun 1993
Sekolah Teknologi Negeri Lulus tahun 1996
Sekolah Tehnologi Menengah Lulus tahun 1999
ISI (Institute Seni Indonesia Yogyakarta) Lulus Tahun 2008


Pengalaman Berkesenian

Aktor
1. Tahun 1996, “Prahara Gerilya” karya Musa Abdul Kadir
2. Tahun 1996, mulai mengenal seni teater dan berperan dalam lakon “Sando”, karya Hidayat  Lembang di Taman Gor Kota Palu Sulawesi Tengah.
3. Tahun 1997, pentas Naskah “Tomanuru” karya Musa Abd Kadir sebagai pemain
4. Tahun 2000, pentas teater dalam Festival Alimin Award naskah “Lysistrata” karya Sophoclas sebagai Walikota bertempat di Auditorium RRI Kota Palu sebagai Aktor terbaik
5. Tahun 2001, berperan sebagai Alimin dalam naskah “DOR” karya Putu Wijaya
6. Tahun, 2003, pentas “Tomanuru” naskah dan sutradara Musa Abdul Kadir, dalam “Festival Teater Alternatif Gedung Kesenian Jakarta.
7. Tahun 2004, bergabung dengan sanggar teater Debur 21 Yogyakarta sebagai Aktor pentas di tiga Kota (Bandung, Surabaya,
    Yogyakarta). Naskah “Jangan Kau Culik Anak Kami” Sutradara dan penulis Alan Papin.
7. Tahun 2008 pentas dalam Naskah “Perkawinan” sebagai Ahmad, Sutradara Ucok Lubis dan Nurul Jamilah
8. Tahun 2009 bergabung dengan sanggar Teater Lampu Pleret Yogyakarta Mementaskan Lakon “Roro Mendut Jelas Salah”, Sutradara Heri MS, M. Noerdianza, Wimbadi JP.

Sutradara
1. Tahun 2004, Sutradara dan Penulis naskah “Parodi Taiganja” di pentaskan di Auditoriun RRI Kota Palu
2. Tahun 2003, sebagai sutradara, pemain dan penulis naskah “Kepala Batu Batu Kepala” di pentaskan dalam acara Artefak
    Donggala di Sulawesi Tengah.
3. Tahun2006, sutradara lakon Sahabat Terbaik” karya James Saunders dipentaskan di stage teater ISI Yogyakarta
4. Tahun 2006, sutradara lakon “Sonata dan Tiga Lelaki” #1 karya Jean Tardieu pentas di Stage Teater ISI Yogyakarta.
5. Tahun 2007, Sutradara lakon “Sonata dan Tiga Lelaki” #2 karya Jean Tardieu dipentaskan di Teater Arena ISI Yogyakarta.
6. Tahun 2008, Sutradara lakon “Sonata dan Tiga Lelaki” #3 karya Jean Tardieu di pentaskan di Stage Teater ISI Yogyakarta.
7. Tahun 2008, Sutradara dan Aktor dalam lakon “Roro Mendut Jelas Salah” karya Wimbadi JP. Dipentaskan di Taman Budaya
    Yogyakarta.
8. Tahun 2009, Sutradara dan penulis naskah “Tondatalusi” dipentaskan di Gedung Cak Durasim Surabaya pada Festival Soerabaya
    Djoeang
9. Tahun 2009, Asisten Sutradara dan Stage maneger dalam naskah “Sepasang Merpati Tua” karya Bagdi Soemanto dipentaskan di
    Taman Budaya Yogyakarta.
10. Tahun 2010, Sutradara dan penulis naskah “Balada Orang Samapah” dipentaskan di Taman Budaya Kota Palu Sulawesi Tengah.
11. Tahun 2010, Sutradara naskah “Lawan Catur” karya Keneth Arthur dipentaskan pada Festival Teater Pelajar Tingkat Nasional Se- SMA di IKIP PGRI Semarang.
12, Tahun 2010, sutradara naskah “Topogente” karya Ashar Yotomaruangi dipentaskan di Gedung Cak Durasim Surabaya dalam
      Festival Negarakreatagama.

13. Tahun 2010, Penata Artistik dan Aktor dalam naskah “Awas” karya Putu Wijaya ditulis kembali dan disutradarai oleh Ibet pada
      acara “Mimbar Teater” di teater Bong Taman Budaya Surakarta
14. Tahun 2010, Menyutradarai Naskah “Balada Orang Sampah” naskah M. Noerdianza pementasan teater Sanggar Seni Lentera di
      Taman Budaya Kota Palu.
15. Tahun 2011, Menyutradarai dua naskah dengan tema “Semalam Dua Karya”, yakni “KEHIDUPAN GALILEI” Judul Asli “Leben des
      Galile”
      karya Bertolt Brecht Terjemahan Frans Rahardjo. “DIAM” Judul asli “Le Silence” karya: Jean Murriat Saduran; Bagdi Soemanto.
16. Tahun 2011, Menyutradarai naskah berbahasa Kaili “I MANGGE MPOBILISI” karya Ashar Yotomaruangi di pentaskan di Taman
      Budaya
      Palu.
17. Tahun 2011, menullis dan menyutradarai naskah "Tarian kata Untuk pemimpin" di pentaskan di Taman Budaya palu
18. Tahun 2011, menulis dan menyutradari Naskah monolog "Pie Thian" di pentaskan pada Hari ADIS Sedunia di Balay Taman Budaya

Pengalaman Artistik 
1. Tahun 2007, penata panggung dalam lakon “Come and Go” di Kedai Kebun Yogyakarta.
2. Tahun 2007, penata panggung dalam lakon “Kereta Kencana” karya Iogene Ionesco di Stage Teater ISI Yogyakarta.
3. Tahun 2009, penata lampu pentas Monolog “Merdeka” karya Putu Wijaya pada Festival Kesenian Yogyakarta, di Taman  
    Budaya Yogyakarta.
4. Tahun 2008, Penata panggung naskah “Abu” sutradara Daniel Exaudi dalam Tugas Akhir penyutradaraan  di Sage Teater
    ISI Yogyakarta.

Sastra
1. Tahun 2001, mengikuti “Lomba Cipta Puisi Mencari Jejak” dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Palu sebagai peserta.
2. Menulis naskah Teater “Tondatalusi”
3. Menulis Naskah Teater “Belenggu Air”
4. Menulis naskah “Parodi Taiganja”
5. Menulis naskah “Kepala Batu Batu Kepala”
6. Menulis naskah “Balada Orang Sampah”
7. Menulis naskah “Tarian Kata Untuk Pemimpin”

Prestasi
1. Tahun 2000, sebagai Aktor terbaik Festival Alimin Award
2. Tahun 2001, Harapan 1 Lomba Cipta Puisi “Mencari Jejak”
3. Tahun 1999, Juara 1 lomba cipta lagu pada Festival Musik Akustik di Kota Palu

Musik
1. Tahun 2003, bergabung dengan Komunitas Seni Tadulako pentas musik etnik Kontemporer “Kumpul Kempel Kampus” di
    Teater Kecil Surakarta, sebagai penabuh gendang
2. Tahun 2003, pentas musik kontemporer “Lima Cara Lima Suara” di Taman Ismail Marzuki (TIM)
3. Tahun2004, Ilustrasi musik teater “Kereta Kencana” Vocal dan suling. Sutradara Erwin Sirajudin.
4. Tahun 2007, penata musik ilustrasi puisi “Sepasang Pengantin” karya Iyak dalam acara temu sastra UGM
5. Tahun 2001, bergabung dengan sanggar tari tradisi Cemara Vaino Kota Palu sebagai penata musik tari
6. Tahun 2004, Penata musik puisi “Mainang” karya Iyak dipentaskan dalam Acara pentas perdana sanggar Sawung Dupat di Stage
    Teater ISI Yogyakarta.
7. Tahun 2011 Penata Musik Tari S-2 dengan tema lingkungan di sungai halaman Joko Pekik.
8. Tahun 2011 Penata Musik Teater S-2 sutradara Silvi Purba (Dosen ISI)

Jabatan Dalam Organisasi
Tahun, 2004 Bergabung dengan Sanggar Seni “Debur 21” Yogyakarta fokus pada keaktoran.
Tahun, 2008 Pendiri Organisasi Seni Lumbung Peran di Yogyakarta
Tahun, 2009-2010, sebagai Pelatih Lepas Teater “Art for Cildren” Taman Budaya Yogyakarta
Tahun, 2011 Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Palu
Tahun, 2011 Pimpinan Sanggar Seni Lentera Kota Palu